You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lomba Tradisonal sdn kramat jati 01 otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Lomba Tradisonal Isi Peringatan Hardiknas di SDN Kramat Jati 01

Sebanyak 200 peserta didik di SDN Kramat Jati 01, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mengikuti berbagai lomba tradisional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.

"Kegiatan edukatif dan kebersamaan"

Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi. Setiap kelas tampak kompak memberikan dukungan dengan sorak-sorai menyemangati teman-temannya yang sedang berlomba. 

Anwar Jadi Irup Peringatan Hardiknas Tingkat Kota Jaksel

Kepala SDN Kramat Jati 01, Hudri mengatakan, pelaksanaan kegiatan mengusung tema "Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".

Menurutnya, peringatan Hardiknas tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kebersamaan. Selain lomba tradisional, pihak sekolah juga menggelar anjangsana atau silaturahmi ke rumah Ketua RT setempat dengan membawa hasil urban farming yang dibudidayakan di sekolah.

"Rangkaian kegiatan akan berlanjut besok dengan pentas seni para peserta didik hingga kegiatan Market Day," ujarnya, Senin (4/5).

Hudri menjelaskan, jenis lomba yang digelar disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk murid kelas I hingga III, diadakan lomba estafet egrang batok kelapa dan Balon Air Ball. Sementara, pelajar kelas IV hingga VI mengikuti lomba estafet lari balok dan futsal.

Ia menuturkan, dari total 430 peserta didik yang ada, sekitar 200 murid dilibatkan sebagai perwakilan kelas dalam lomba. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebugaran fisik serta mempererat kebersamaan antarsiswa.

"Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, alat tulis, dan makanan ringan yang diberikan secara berkelompok. Penyerahan hadiah dilaksanakan besok bersamaan dengan kegiatan pentas seni dan Market Day," ungkapnya.

Ia menambahkan, lomba tradisional ini bertujuan untuk mengajak para pelajar mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa yang mulai jarang dimainkan.

"Sekarang anak-anak cenderung lebih sering bermain gawai, sehingga permainan tradisional mulai ditinggalkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kembali sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya sendiri," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

    access_time28-07-2026 remove_red_eye9026 personAnita Karyati
  2. 14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time28-07-2026 remove_red_eye3449 personNurito
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye2643 personTiyo Surya Sakti
  4. MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

    access_time29-07-2026 remove_red_eye1713 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

    access_time31-07-2026 remove_red_eye1563 personNurito